Ciri Seseorang yang Anti Sosial
pada dasarnya seorang antisosial adalah seorang yg tak mau ambil pusing dengan realit.
"bagaikan susu dibalas susu" mereka tau seberapa balasan yg setimpal dalam setiap tingkah laku mereka, mereka cenderung berpikir tentang akibat dibanding proses, merka manusia mereka juga bisa bersosialisasi,
mereka pnya pandangan sendiri tentang artinya kehidupan. mereka tau seberapa penting peran mereka di dunia ini, antisosial adalah seorang yang benar-benar berusaha dalam meraih kebebasan dalam kehidupannya, karena mereka tau keinginan tak kan merubah apapun dengan tanpa usaha, mereka orang" yang menjunjung tinggi arti kebebasan jiwa.
ANTI-SOSIAL ADALAH JENIS KEPRIBADIAN BUKAN PENYAKIT
jika anda tak suka maka pergi, jangan menganggu. satu gerakan anda memberikan miliaran anggapan pada pikiran mereka
ANTI-SOSIAL JUGA MANUSIA SAMA SEPERTI KALIAN
Ciri-ciri seorang yang anti sosial adalah menolak beberapa pekerjaan
Khususnya adalah pekerjaan yang berhubungan dengan orang banyak. Seorang
yang anti sosial bukan berarti tidak bekerja, ia akan memilih bekerja
di belakang layar atau memilih pekerjaan yang minim berhubungan dengan
orang lain. Misalnya : juru masak, pustakawan, penjaga counter, satpam
perusahaan dan lain-lain. Orang yang anti sosial berpikir ia bisa hidup
tanpa bantuan orang lain, atau sangat meminimalisir berinteraksi untuk
meminta tolong dengan orang lain.
Biasanya orang yang anti sosial
sangat menghindari hal-hal seperti mengeluh, memberikan pendapat atau
saran, bahkan ketika ada seseorang memberikan pertanyaan kepadanya
![]() |
| Senang menghindar via www.thechangeblog.com |
Mengapa demikian, karena seorang yang anti sosial menghindari ada orang
lain merespon apa yang ia utarakan. Ketika orang lain merespon apa yang
tengah di utarakan seorang yang anti sosial, maka terjadialah interaksi
antara keduanya.
Orang yang anti sosial sangat menghindari adanya interaksi, mungkin karena ia merasa jika berinteraksi hanyalah membuang-mbuang waktu dan tidak ada gunanya.
Seorang yang anti sosial umumnya hanya berinteraksi dengan orang lain
jika hanya benar-benar membutuhkan sesuatu, atau meminta tolong hal-hal
yang tidak bisa ia kerjakan.
Menyembunyikan masalah
Seorang yang anti sosial pasti ada sisi lemah dalam hidupnya. Namun
saat-saat seorang anti sosial sedang tertimpa masalah, ia memilih untuk
menyembunyikannya sendiri. Ia juga akan berusaha semaksimal mungkin
untuk menyelesaiakn permasalahannya sendiri. Seorang yang anti sosial
bersikap demikian karena tidak ingin hidupnya terlalu dicampuri oleh
orang lain.
Ketika seorang yang anti sosial tidak menemukan titik temu dalam
masalahnya, umumnya mereka mengalami kecenderungan depresi, barulah
ketika seperti itu ia meminta bantuan kepada orang lain.
Menyembunyikan permasalahan agar tidak merepotkan orang lain memang
tidak salah bila dilakukan, tapi ketika kemampuan kamu tidak bisa
menampung masalah sendirian maka kesehatanlah yang akan menjadi korban.
Lakukan sharing dengan seorang terdekat, mungkin keluarga atau sahabat,
tidak perlu orang asing yang lain, jika kamu memang seseorang yang anti
sosial. Selain meringankan permasalahan sharing dengan orang lain akan
menghindarkan kamu dari penyakit depresi.
Pemikir tentang pro kontra
Ketika ingin melakukan sesuatu, seorang yang anti sosial pasti akan
memikirkan pro dan kontra tentang tindakan yang akan diambil. Kembali
lagi karena sesuatu yang akan diputuskan sebisa mungkin tidak melibatkan
orang banyak. Mereka yang anti sosial akan berpikir keras tentang hal
itu, mereka akan menghabiskan waktu berjam-jam, dan mengabaikan inti
permasalahan yang harus ia selesaikan.
Memang seperti itu jika terjadi dalam sebuah tim perusahaan terkesan
egois. Karena kemungkinan seorang yang anti sosial bukan hanya akan
menyembunyikan permasalahan, tapi hal baik yang seharusnya di bagikan
untuk orang lain.
Menghindari kontak mata dan tersenyum lama
Menghindari kontak mata dan tersenyum dalam waktu lama kepada orang lain
memang paling sering dilakukan oleh seorang yang anti sosial ketika
bertemu dengan orang baru. Ia terkesan malas untuk mengawali sebuah
perbincangan dengan orang lain, karena takut orang lain akan semakin
dalam mengenal atau mengulik kehidupan pribadinya.
Seorang yang anti sosial biasanya ketika ia bertemu dengan orang baru atau teman lama akan menghindar. Ia bisa jadi akan memilih jalan yang memutar yang membutuhkan waktu lebih lama untuk sampai ke tempat tujuan yang diinginkan daripada bertegur sapa dengan orang lain.
Mengapa demikian? karena seorang yang anti sosial berfikir jika kontak
mata akan mendorong seseornag menanyakan suatu hal atau mengomentari
suatu hal terhadap dirinya. Dan saat seorang yang anti sosial tersenyum,
maka kemungkinan pembicaraan yang panjang akan berlanjut.
Hal itu sangat dihindari oleh seorang yang anti sosial.
Hidup dalam masa lalu
Tidak semua orang yang anti sosial dahulunya adalah seorang yang seperti
itu, bisa jadi karena seorang tersebut mengalami trauma di masa lalu
yang membuat ia ketakutan dan enggan berinteraksi dengan orang lain.
Seorang yang anti sosial yang dialami karena trauma masa lalu, artinya
sepanjang hidupnya ia akan hidup bersama masa lalunya.Ia takut mengenal
orang baru karena dirasa akan mengingatkan atau akan menimbulkan trauma
yang serupa dengan kejadian buruknya di masa lalu.
Ada baiknya jika kamu adalah seorang yang anti sosial, datang ke
pskiater untuk menyembuhkan masa lalu demi menyusun masa depan yang
lebih baik, mintalah tips-tips pada pskiater tentang hal-hal tidak beres
yang kamu alami ketika dulu. Ikuti saranya dengan baik. Tanpa perubahan
pola pikir tentang trauma masa lalu yang di alami seorang yang anti
sosial, ia tidak akan mendapatkan kehidupan yang lebih baik untuk masa
depannya.
Ketahuilah seorang yang anti sosial juga mempunyai teman. Namun
rata-rata dari mereka lebih senang bergaul dengan hewan peliharaan atau
boneka-boneka yang mereka ajak bicara ketika sedang ingin berbagi
kebahagiaan atau keterpurukan.
Bagi mereka hewan peliharaan atau benda-benda mati tersebut memang tidak
akan membantunya menyelesaikan masalah, namun mereka beranggapan bahwa
hewan peliharaan atau benda-benda tersebut adalah tempat mencurahkan
perasaan tanpa menyusahkan dirinya. Ia bebas bercerita tanpa harus
menjawab pertanyaan umpan balik, karena telah kita ketahui bersama bahwa
hewan peliharaan atau benda-benda tersebut tidak bisa bicara apa lagi
memberikan komentar atau solusi.
Seorang yang anti sosial cenderung tidak memperdulikan apa yang
dibicarakan orang lain tentang dirinya. Baginya omongan orang hanya akan
melintas kemudian pergi tanpa singgah sebentar saja dalam otak atau
hatinya.
Bagi seorang yang anti sosial kebenaran mutlak adaa pada dirinya
sendiri, bukan omongan orang lain. Oleh karena itu seorang yang anti
sosial tidak mudah percaya dengan orang, jika ia menemukan satu saja
seorang yang dipercaya, artinya dia menaruh suatu harapan besar seperti
menjadi pendengar curhatnya yang baik, atau tempat meminta bantuan saat
mengalami kesulitan dalam hidup.
Seorang yang anti sosial tidak ingin menjadi dominan dalam suatu
kelompok. Ia tidak akan menunjukan bakat yang ada dalam dirinya sendiri
apalagi memamerkan karya yang ia ciptakan kepada orang lain.
Hal itu karena seorang yang anti sosial berfikir bahwa jika ia terlihat
atau terkesan dominan, akan mengundang seseorang untuk berinteraksi
dengannya, entah itu bertanya, memberi komentar atau sekedar
menyemangati. Hal itu sangat mengganggu bagi seorang yang anti sosial.
Seorang yang anti sosial hanya ingin dimengerti oleh orang lain. hal ini
dapat di buktikan oleh beberapa ciri di atas. Simak baik-baik beberapa
ciri di atas kemudian kamu dapat menyimpulkan sendiri.
Seperti halnya mereka akan meminta bantuan orang lain saat terdesak,
namun saat orang lain mencoba berinteraksipun seorang yang anti sosial
akan buru-buru meng “cut” pembicaraan mereka dengan berbagai cara.
Sungguh sikap tersebut adalah cerminan dari sikap egois. Mereka seperti tidak mau merubah sikap, dan seolah-olah menyuruh orang lain memahami keadaan yang ia alami.
Seorang yang anti sosial pasti adalah orang yang asik dan sibuk dengan
dunianya sendiri. Ia tidak perduli dengan orang lain, karena ia marasa
bisa untuk menciptakan kebahagiaannya sendiri. Apapun yang ia inginkan
akan ia penuhi bagaimanapun caranya. Ketika seseorang merasa sudah
dipenuhi oleh hal-hal yang ia inginkan pasti ada perubahan sikap yang
mencolok darinya.
Hal itu akan menimbulkan asumsi orang lain terhadap seorang tersebut. ia
bisa di katakan sombong, tapi entah karena tidak peka atau pura-pura
tidak peka seorang yang anti sosial sama sekali tidak memperdulikan
orang yang mengatakan ia sombong.
Seorang yang anti sosial selain ia tidak minat untuk pamer apapun yang
ia miliki karena ditakutkan akan memicu komentar orang lain dan berujung
pada interaksi yang aktif, ia juga tidak perduli ketika orang lain
sedang unjuk gigi di depannya.
Ia akan cuek dengan apa yang orang lain lakukan. Baginya ketika
permasalahannya selesai, dan ia mempunyai kebahagiaan yang cukup dalam
hidupnya seorang yang anti sosial tidak akan menyempatkan diri untuk
peduli dengan orang lain, sekalipun orang lain tersebut sedang pamer
atau menunjukkan sesuatu pada dirinya.
Seorang yang anti sosial lebih nyaman tinggal dalam rumah atau kamarnya
sendiri. Mengapa? Karena seorang yang anti sosial sebisa mungkin
menghadirkan apa yang ia inginkan dan apa yang ia butuhkan dalam rumah
atau kamarnya sendiri.
Apalagi jika bukan kerena untuk meminimalisir interaksi atau minta
bantuan terhadap orang lain. Saat dalam kamar atau rumahnya sendiri,
seorang yang anti sosial merasa bebas melakukan apapun yang ia suka.
Saat mengurung diri di rumah atau di kamar seorang yang anti sosial juga
akan terhindar dari komentar atau omongan-omongan miring dari orang
lain
Namun, sepandai-pandainya sorang yang anti sosial menyembunyikan diri,
toh suatu saat ia akan keluar dari persembunyannya, dan saat itulah ia
kesulitan menata hidupnya.
Seorang yang anti sosial biasanya akan nyaman dengan seorang yang juga
anti sosial. Di jepang ada istilah untuk seseorang yang mengalami anti
sosial, yaitu Hikikomori. Seorang Hikikomori biasanya akan mengurung
diri di rumah dan menarik diri dari pergaulan selama 6 bulan lamanya.
Saat itu seorang yang Hikikomori benar-benar tidak melakukan interkasi
dengan orang lain.
Di Jepang rata-rata seorang yang Hikikomori adalah berusia 20-29 tahun.
Kebanyakan dari mereka adalah seorang laki-laki.Yang membahayakan adalah
jika Hikikomori dilakukan oleh pemuda atau pemudi yang masih berusia
produktif, ia akan kehilangan masa-masa dimana seharusnya ia memperoleh
pengalaman yang banyak dan menakjubkan dalam hidupnya.
Bagaimana Hikikomori ?
Mungkin sebagian dari kamu akan bertanya tanya bagaimana cara seorang
Hikikomori tetap hidup. Seorang Hikikomori tetap akan makan, minum,
mandi, dan buang air. Semua peralatan untuk itu akan di siapkan
sebelumnya dengan sangat lengkap, agar menyamankan seorang Hikikomori
menjalani proses penarikan diri dari lingkungannya.
Secara makanan mungkin seorang Hikikomori bisa terpenuhi, secara
nutrisipun bisa, tapi entahlah untuk kesehatan mentalnya. Apakah seorang
yang seperti “terisolir” itu mampu mendapatkan kesehatan jiwa yang
cukup. Karena tanpa berkomunikasi dengan dunia luar seorang benar-benar
akan menjadi terbelakang.
Seorang yang anti sosial akan berfantasi untuk pindah ke negara lain
atau bahkan menciptakan wilayah untuk di jadikan sebuah negara, yang
aturannya adalah menjunjung tinggi ketenangan. Seorang anti sosial
mengartikan sebuah ketenangan adalah bebas dari interaksi dengan orang
lain.
Untuk kamu yang mungkin adalah seorang yang anti sosial, apakah kelak
kamu akan melahirkan bayimu sendiri, dan apakah kamu akan menguburkan
mayatmu sendiri tanpa bantuan orang lain. Bahkan di indonnesia baru baru
ini gemar tentang seorang yang meninggal tanpa didatangi untuk
dikuburkan oleh orang lain karena semasa hidupnya tidak pernah bergaul
dengan orang lain.
Lantas dengan seperti itu apakah kamu akan berjalan menuju pemakaman seorang diri lalu menimbun tubuhmu sendiri dengan tanah?
Seorang yang anti sosial juga memikirkan kemapanan hidupnya. Mungkin
sebagian dari mereka melakukan investasi jangka panjang atau bergabung
dengan sebuah club MLM. Namun, seorang yang anti sosial hanya akan
berkontribusi uang, dan bukan ikut berinteraksi di dalamnya.
Mereka akan menerima hasil saat sudah waktunya, dan mengenai
syarat-syarat yang berhubungan dengan interaksi kepada orang lain,
mungkin mereka cenderung mewakilkannya kepada orang lain.
Mungkin seorang yang anti sosial bergabung dengan koperasi di daerah
tempat ia tinggal. Jika kamu perhatikan mungkin ia akan muncul saat
melakukan registrasi dan pembayaran simpanan pokok atau wajibnya saja.
Untuk kegiatan yang dilakukan sesama anggota, ia tidak akan muncul.
Seorang anti sosial ketika terjebak dalam interaksi dengan orang lain,
mungkin pertama ia akan mengucapkan kalimat yang agak panjang. Kedua
kalinya kalimat itu akan di persingkat dan berusaha membuat kata-kata
yang tidak menimbulkan pertanyaan yang lain, dan ketiga kalinya ia akan
diam dan hanya mengisyaratkan bahasa tubuh.
Biasanya seorang yang anti sosial hanya tersenyum, mengangguk atau
mengeluarkan kata “ummh” untuk tahap ketiga tersebut. Bahkan mereka
tidak segam mengutarakan kata tidak tahu untuk sesuatu yang sebenarnya
ia ketahui, demi meng “cut” interaksinya dengan orang lain.
Seorang yang anti sosial mungkin bisa untuk sekedar menyapa orang lain,
tapi dalam benaknya ia ingin sekali dibalas lalu di abaikan begitu saja.
Seorang yang anti sosial menyapa orang lain rata-rata dengan berlalu
atau berjalan melewatinya tanpa berhenti untuk memberi pertanyaan lebih
lanjut.
Ketika seorang yang anti sosial benar-benar merasa lelah, ia cenderung
lebih keras terhadap orang lain. Misalnya ketika ia pulang dari
aktivitas yang padat, dan saat itu ada seorang teman atau tetangga yang
menghadangnya di pintu masuk rumahnya untuk menanyakan suatu hal atau
mengomentari sesuatu tentang orang tersebut, maka seorang yang anti
sosial akan berucap cenderung kasar untuk menghentikan penghadangan
tersebut.
Jika dalam keadaan normal, menghadapi penghadangan seperti itu cukup
dengan pengurangan kata atau jawaban bahasa tubuh yang mngisyaratkan
ketidak tertarikan dengan obrolan tersebut. Namun demikian saat dalam
keadaan lelah, sorang yang anti sosial tidak segan untuk membentak
bahkan memarahi orang yang menghadangnya dengan pertanyaan-pertanyaan
yang menurut dia tidak begitu penting.
Seorang yang anti sosial buakn berarti tidak butuh cinta dari orang
lain. Bagaimanapun juga seorang yang anti sosial punya kodrat yang sama
dengan manusia biasa. Kebutuhan tentang cintanya pun juga sama dengan
orang lain. Seorang seperti itu juga menginginkan perhatian dan kasih
sayang lawan jenisnya, hanya saja cara yang mereka lakukan mungkin tidak
biasa atau asing untuk kamu sebagai manusia normal.
Seorang yang anti sosial lebih nyaman di perhatikan oleh lawan jenis
yang tidak bertemu secara langsung. Mungkin seorang yang anti sosial
menjalani hubungan kisah cinta dengan cara online.Saat menggunakan cara
itu, perhatian akan di dapat secara penuh, tanpa adanya tatapan muka
atau interaksi secara langsung.
Itulah kesenangan yang orang anti sosial rasakan dalam menjalani
kehidupan percintaannya. Ketika memutuskan untuk menikah, itu adalah
keputusan yang besar dan bukan main-main. Pasti pasangan yang ia temukan
adalah seorang dengan anti sosial juga, sehingga mereka mempunyai
kesamaan kemudian memutuskan untuk menikah.
Saat berumah tangga mereka akan tertutup sekali dengan keadaan sekitar,
tak jarang orang yang anti sosial tidak peka dengan keadaan tetangganya,
atau kabar apa yang menerpa daerah tempat ia tinggal bersama
keluarganya.
Gejala orang yang seperti ini sering muncul di komleks perumahan di kota
besar, tak jarang antara tetangga satu sama lain tidak mengetahui
berita kematian yang menimpa keluarga lain, padahal masih dalam satu
kompleks perumahan yang sama.
Mengabaikan perkenalan dengan lawan jenis yang sedang tertarik
Menjajaki pertemanan atau percintaan dengan seorang yang anti sosial
cukup sulit. Kamu akan menemui kendala-kendala dari yang terberat hingga
teringan sepanjang usaha yang kamu lakukan.
Saat berkenalan pertama kali baik itu sebagai teman ataupun sebagai
sorang yang mengajaknya kenalan, mungkin kamu akan mengalami penolakan
sampai beberapa kali.
Kembali lagi pada sifat seorang yang anti sosial tidak mudah tertarik
dengan hal apapun termasuk seseorng yang mencoba ingin mengenalnya lebih
dekat.
btw semua itu copas X)
sumber:\
http://www.nilni.com/2014/11/21-ciri-seseorang-yang-anti-sosial.html




















Komentar
Posting Komentar